Ticker

6/recent/ticker-posts

Pentingnya Studi "Kinerja" Perguruan Tinggi di Indonesia

Data dan informasi mengenai "kinerja" institusi perguruan tinggi di Indonesia masih sangat kurang. Padahal masyarakat sangat memerlukan adanya sumber informasi terpercaya mengenai PTN dan PTS yang beroperasi di negeri ini. Kebutuhan informasi ini diperlukan berbagai pihak mulai dari calon mahasiswa, PTN dan PTS sendiri, pengambil keputusan di Kemdikbud dan Dinas Pendidikan di daerah, lembaga bimbingan belajar, dll.


Bahkan karena begitu minimnya sumber terpercaya, maka masyarakat dan kalangan PT sendiri akhirnya memakai berbagai produk "rating" dari luar negeri yang kurang mengetahui dengan baik karateristik dan permasalahan pendidikan tinggi di negeri kita. Namun ditengah sedikitnya sumber informasi tadi, BAN PT telah secara konsisten mampu menyediakan acuan empirik atas "kinerja" PT di Indonesia melalui sistem akreditasi PT secara nasional. Banyak pihak menilai positif kinerja BAN PT yang makin kredibel. Sesuatu yang patut dibanggakan.

Kami di Atigamedia berinisiatif untuk memulai penyajian data yang informatif tentang "kinerja" PT (khususnya PTN) untuk masyarakat. Dimulai dari kesederhanaan, diharapkan langkah awal ini bisa menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk membangun suatu sistem independen untuk menilai PT yang beroperasi di Indonesia.

Sebagai tahap awal, Atigamedis menyediakan data mengenai PTN yang mengikuti SNMPTN. Laporan yang dibuat sederhana ini meliputi data tentang tingkat persaingan dan popularitas PTN dan Prodi dimata calon pendaftar pada tahun sebelumnya. Informasi lain yang disediakan adalah gambaran mengenai daya tampung Prodi serta penyebaran bidang studi berdasar wilayah, tingkat popularitas Prodi di tingkat nasional, wilayah dan masing-masing PTN.

Mengapa data yang dipakai adalah data dari SNMPTN?

Kami berasumsi bahwa "persepsi pasar" adalah penilai yang paling akurat. Dengan jumlah total "vote" atau peminatan sebesar 1.235.912 yang memberikan "suara" dalam memilih Program Studi di SNMPTN 2011, rasanya data ini sulit untuk dibantah. Data mentah yang dipakai dalam riset sederhana ini berjumlah 634.590 peminat Prodi IPS dan IPA 601.322 peminat. Studi ini menggunakan data dari 1152 Prodi kelompok IPA dan 1184 Prodi kelompok IPS dari 61 PTN yang ikut serta dalam sistem SNMPTN 2012.

Istilah "favorit" dalam studi ini didasarkan pada jumlah peminat. Tentu saja perlu dicatat bahwa seorang peserta SNMPTN bisa memilih lebih dari 1 Prodi saat mengikuti Ujian Tulis atau Jalur Undangan.

Istilah "kompetitif" yang dipakai adalah rasio antara jumlah peminat dan daya tampung di suatu Prodi. Kategori ini memang tidak bisa serta merta menunjukkan kompetisi yang sebenarnya dari berbagai Prodi dari sisi "kualitas", namun lebih banyak dari sisi ketatnya persaingan dalam seleksi. Di kategori ini bisa muncul banyak Prodi dari PTN kecil di daerah yang lebih kompetitif dibanding Prodi top dari PTN top.

Kemana trend minat masyarakat?

Perlu kita camkan dengan baik bahwa kecenderungan dan trend dalam peminatan dan tingkat kompetisi di SNMPTN bisa sangat bervariasi dari tahun ke tahun. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Namun studi ini diharapkan bisa menjadi titik acuan dasar bagi berbagai pihak.

Tahun 2011 diwarnai dengan banjirnya peminat di PGSD (Pendidikan Guru SD) dan Kedokteran. Apakah tahun 2012 dan tahun berikutnya kecenderungan yang terjadi akan sama? Belum tentu. PGSD sangat diminati di wilayah padat penduduk seperti Jawa, namun ternyata kurang diminati di wilayah jarang penduduk dan kaya seperti Kalimantan. Mengapa demikian? Mengapa di Indonesia Prodi Kedokteran begitu diminati dan konstan berlangsung dari tahun ke tahun? Apakah ini tanda bahwa negeri ini masih memerlukan banyak dokter? Ataukah hanya gambaran pragmatisme masyarakat untuk mendapatkan karir yang menjanjikan secara finansial?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu semoga dapat dijawab oleh studi ini. Tentu saja studi ini masih terlalu dangkal dan sederhana, kami harapkan masukan dan saran dari Anda semua. Semoga bermanfaat.

Yogyakarta, 31 Januari 2012

Salam,
Atigamedia Research

Posting Komentar

0 Komentar